Olahraga tradisional adalah aktivitas fisik yang tumbuh dan berkembang dari kebiasaan masyarakat lokal, mengandung unsur hiburan, ketangkasan, serta nilai sportivitas dan kebersamaan.
Bentuk hiburan dan interaksi sosial tradisional yang mencerminkan kebersamaan, seperti egrang, congklak, atau gobak sodor, yang sarat nilai kerja sama dan sportivitas.
Alat komunikasi dan identitas budaya yang menjadi sarana penyampaian nilai, pengetahuan, dan tradisi antar generasi, termasuk dialek dan aksara daerah.
Ekspresi kreatif yang mencerminkan identitas dan keindahan budaya, meliputi seni tari, musik, teater, rupa, dan kriya yang tumbuh di berbagai daerah.
Hasil cipta masyarakat dalam bentuk alat atau teknik yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti pembuatan perahu, anyaman, atau senjata tradisional.
Segala bentuk pengetahuan lokal yang berkembang dari pengalaman masyarakat, seperti pengobatan tradisional, sistem pertanian, dan arsitektur vernacular.
Upacara atau kegiatan sakral yang memiliki makna spiritual dan simbolik, biasanya dilakukan dalam momen penting seperti kelahiran, panen, atau kematian.
Tata cara hidup, aturan sosial, dan kebiasaan masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi sebagai pedoman dalam berperilaku dan bermasyarakat.
Naskah atau tulisan tangan yang berisi pengetahuan, sejarah, atau ajaran leluhur, menjadi bukti nyata peradaban dan pemikiran masa lalu bangsa.
Warisan budaya yang disampaikan secara turun-temurun melalui ucapan, seperti cerita rakyat, legenda, pantun, dan peribahasa yang menggambarkan nilai dan pandangan hidup masyarakat.

