WARISAN BUDAYA TAKBENDA

Senjang
Kondisi: Masih bertahan
Domain: Tradisi dan Ekspresi Lisan, termasuk bahasa sebagai wahana Warisan Budaya Takbenda, termasuk cerita rakyat, naskah kuno dan permainan tradisional
Lokasi: Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA)
Senjang adalah salah satu bentuk media seni budaya yang menghubungkan antara orang tua dengan generasi muda atau dapat juga antara masyarakat dengan Pemerintah di dalam penyampaian aspirasi yang berupa nasihat, kritik maupun penyampaian strategi ungkapan rasa gembira. Mengapa disebut Senjang? Karena antara lagu dan musik tidak saling bertemu, artinya kalau syair berlagu musik berhenti, kalau musik berbunyi orang yang bersenjang diam sehingga keduanya tidak pernah bertemu. Itulah yang disebut senjang.

Tari Setabik
Kondisi: Masih bertahan
Domain: Seni pertunjukan, termasuk seni visual, seni teater, seni suara, seni tari, seni musik dan film
Lokasi: Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA)
Tari setabik adalah tari tradisional yang berasal dari Kabupaten Musi Banyuasin. Tari Setabik biasanya ditampilkan kepada tamu-tamu kehormatan yang berkunjung ke wilayah Kabupaten Musi Banyuasin. Setabik secara terminologi berasal dari bahasa Melayu tabik yang berarti hormat atau memberi penghormatan. Terdapat satu gerakan khas dari tari setabik yang tidak ditemukan pada tari-tari lainnya, yaitu gerakan tabik. Gerakan tabik adalah gerakan tangan kanan membentang di samping pelipis kanan seperti sedang memberikan penghormatan.

Tari Burung Putih
Kondisi: Masih bertahan
Domain: Seni pertunjukan, termasuk seni visual, seni teater, seni suara, seni tari, seni musik dan film
Lokasi: Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA)
Tari Burung Putih atau Tari Kuntulan diciptakan sebagai bentuk rasa syukur kepada sang pencipta atas keberhasilan panen padi masyarakat karena bantuan Burung Putih (Burung Kuntul) yang memakan hama (Reptil, amfibi, tikus dan hewan kecil lainnya) di area persawahan tersebut. Berdasarkan tuturan lisan, tari Burung Putih sudah ada sebelum abad ke-19 Masehi, berkembang dan dikenal luas pada tahun 1970.

Tari Ulang-ulang
Kondisi: Masih bertahan
Domain: Seni pertunjukan, termasuk seni visual, seni teater, seni suara, seni tari, seni musik dan film
Lokasi: Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA)
Tari Ulang-Ulang ditarikan untuk menghibur keluarga yang ditinggal merantau dan mengurangi kesedihan mereka. Saat itu banyak pemuda desa merantau hingga bertahun lamanya, umumnya ke Palembang. Ketika pulang ke desa, mereka akan merantau lagi dan terjadi berulang-ulang. Terciptalah Tari Ulang-Ulang yang berkembang di masyarakat Desa Kertajaya, Kabupaten Musi Banyuasin. Keunikannya sambil menari para penari Tari Ulang-Ulang melantunkan syair nasehat untuk menghibur keluarga yang ditinggal merantau.

Sedekah Rame Kertayu
Kondisi: Masih bertahan
Domain: Adat Istiadat masyarakat, ritus dan perayaan, sistem ekonomi tradisional, sistem organisasi sosial, upacara tradisional
Lokasi: Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA)
Sedekah Bumi Kertayu adalah wujud rasa syukur kepada sang pencipta atas rezeki yang telah diperoleh, dan memohon perlindungan dari berbagai bencana/wabah. Dahulu sekitar abad ke 19, masyarakat Desa Kertayu diserang wabah penyakit menular yang sulit diobati, korban jiwa 5-6 orang setiap harinya sehingga masyarakat resah dan panik. Adalah Puyang Burung Jauh yang menganjurkan kepada masyarakat untuk mengadakan sedekah Bumi Kertayu.

Dundai Naek Sialang
Kondisi: Masih bertahan
Domain: Tradisi dan Ekspresi Lisan, termasuk bahasa sebagai wahana Warisan Budaya Takbenda, termasuk cerita rakyat, naskah kuno dan permainan tradisional
Lokasi: Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA)
Dundai artinya bernyanyi atau bersenandung, Naek Sialang artinya memanjat pohon besar yang ada madu lebahnya. Tradisi lisan ini dilakukan sebagai media saatmemanjat pohon Sialang, mulai menaiki pohon Sialang sampai selesai mengambil madu. Tradisi Dundai Naek Sialang tertuang dalam kitab Simbur Cahaya yang dikodivikasi oleh Ratu Siuhun pada abad ke-17 masa Kesultanan Palembang Darussalam.

Bakul Tangkal
Kondisi: Masih bertahan
Domain: Kemahiran kerajinan tradisional, termasuk seni lukis, seni pahat/ukir, arsitektur tradisional, pakaian tradisional, aksesoris tradisional, makanan/minuman tradisional, moda transportasi tradisional
Lokasi: Kabupaten Musi Banyuasin (MUBA)
Bakul Tangkal makna filosofinya adalah bakul (wadah) dan tangkal adalah menangkal penyakit yang akan datang. Bakul Tangkal digunakan untuk menyimpan tali pusar bayi dan berfungsi untuk obat kepada bayi yang sakit, juga bahan mandi bayi. Selain itu juga digunakan untuk menyimpan beras saat melayat, wadah seserahan dalam prosesi perkawinan, dan hiasan atau dekorasi di dalam rumah.
